Friday, May 15, 2020
Thursday, April 9, 2020
Tuesday, January 14, 2020
Aplikasi Membaca dan Menulis "BaTu"
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai fitur yang telah saya buat bersama rekan yaitu "BaTu" atau Baca Tulis. Aplikasi ini dibuat untuk anak berumur 4-6 tahun yang dibimbing oleh orang dewasa. Aplikasi ini berbasis Mobile Apps, sehingga dapat memudahkan para orang tua untuk membimbing anak anaknya. Tujuan pembuatan dari aplikasi ini adalah untuk memudahkan para anak untuk belajar membaca dan menulis dengan konsep yang menarik dan ditemani oleh karakter karakter yang familiar dengan anak anak, sehingga anak anak tidak mudah jenuh saat memainkannya.
Fitur yang saya kembangkan pada aplikasi ini adalah fitur "Membaca".
Pemilihan Sebelum masuk
Pada saat kita klik membaca, maka akan muncul perintah untuk menjalankan fitur "Membaca" tersebut.
Perintah
Setelah itu, anak anak akan diberikan pilihan dari 3 hewan yang tersedia. Jika kita klik tombol "Rumah" maka akan kembali ke bagian daftar alfabet, jika kita klik tombol "Panah" maka akan berpindah ke huruf sesudah/sebelumnya.
Huruf A
Huruf B
Pada contoh kali ini, kita akan menggunakan huruf "A", jadi jika gambar ayam diklik, maka akan muncul seperti tampilan dibawah ini.
Tampilan gambar ayam
Jika kita klik panah, maka akan kembali ke tampilan huruf "A" lagi.
Sunday, October 6, 2019
Sunday, March 31, 2019
Wednesday, January 9, 2019
Technique Informal School
TUGAS ILMU SOSIAL DASAR
TECHNIQUE
INFORMAL SCHOOL
Disusun oleh
Muhammad
Panji Trihastoro
54418802
TEKNIK
INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Dalam ilmu sosial dasar, sebagai mahasiswa kita harus ikut andil dalam
organisasi. Sebab ikut suatu organisasi adalah suatu cara kita mempraktikkan
ilmu-ilmu sosial dasar. Oleh karena itu pada makalah kali ini saya akan
mewawancarai anggota dari suatu organisasi dari universitas yang bertujuan
untuk mengajari rakyat yang masih membutuhkan sosialisasi khususnya anak kecil
di daerah Jakarta.
Tujuan
·
Mengetahui
kegiatan yang dilaksanakan organisasi tersebut.
·
Mengetahui
tujuan mengapa organisasi tersebut dibentuk.
Waktu dan Tempat
Acara
ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 5 Januari 2019
Pukul : 14.00 – Selesai
Tempat : Halte UI
Laporan Hasil Wawancara
Narasumber : Hanif Rahma Arsanti
Pewawancara : Muhammad Panji Trihastoro
Hasil Wawancara
Hanif
Rahma Arsanti atau biasa dikenal Hanif adalah seorang mahasiswi di Universitas
Indonesia jurusan Teknik Sipil. Ia mengikuti kegiatan fakultas yang bernama TIS
(Technique Informal School). TIS ini sendiri kegiatan yang didukung oleh
Universitas Indonesia, dimana mahasiswa/i Universitas Indonesia melakukan
kegiatan untuk anak kecil di daerah Karang Pola, Pasar Minggu. Tujuan Hanif
sendiri untuk mengikuti TIS adalah untuk belajar belajar dan menangani anak
anak kecil.
Kedua foto diatas
adalah salah satu contoh kegiatan mengajar dari TIS itu sendiri yaitu
menggambar dan mengerjakan soal. Untuk biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan
TIS, merupakan pengeluaran dari TIS itu sendiri. Menurut Hanif, kegiatan ini
mempunyai manfaat, yaitu ia menjadi lebih tau cara menangani anak kecil. Untuk
menjadi relawanpun tidak semudah dibayangkan, Hanif harus melewati banyak
tahapan seleksi untuk masuk ke dalam TIS itu sendiri. Lalu, suka cita dalam
mengikuti kegiatan ini adalah dia mendapat banyak pelajaran dari kegiatan ini
karena bisa bertemu dan mengajar anak kecil, sehingga membuat melepas stress
yang ada.
Dalam kegiatan ini,
Hanif mendapat tugas untuk mengajar IPA,MTK,dan Bahasa Indonesia. Selain
mengajar, TIS juga menawarkan bantuan lain ke penduduk karang pola, yaitu
sosialisasi dan cek kesehatan. Kegiatan TIS dilaksakan pada hari sabtu setiap
minggunya. Kritik dan saran dari Hanif untuk TIS adalah seringkali dia diberi
soal namun tidak ada kunci jawaban sehingga
sedikit menyulitkan dalam proses belajar mengajar.
Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil
wawancara saya, dapat disimpulkan bahwa TIS adalah organisasi yang mempunyai
tujuan yang bagus, seperti mengajar anak kecil,membuat sosialisasi,dan
mengadakan cek kesehatan. Organisasi ini juga melatih sikap kepemimpinan dan
peduli antar sesama makhluk hidup.
Sosialisasi Rukun Tetangga
TUGAS ILMU SOSIAL DASAR
Disusun oleh
Muhammad
Panji Trihastoro
54418802
TEKNIK
INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
“Sosialisasi Dengan Kepala RT”
|
|
Waktu dan
Tempat Kegiatan
Acara ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal :
Selasa, 20 November 2018
Pukul :
19.00 -- Selesai
Tempat :
Rumah ketua RT
Laporan Hasil Wawancara
Narasumber :
Bapak R. Budi Siswanto
Pewawancara :
Muhammad Panji Trihastoro
Hasil Wawancara
Bapak
Budi Siswanto adalah seorang ketua RT 01 dari kecamatan Jatimakmur dan
kelurahan Pondok Gede. Ia telah menjabat sebagai ketua RT selama 3 tahun.
Alasan beliau menjadi ketua RT adalah sebagai rasa tanggung jawab sebagai
masyarakat yang baik yang telah dipilih oleh warga melalui pemilihan. Visi
beliau menjadi ketua RT adalah menjaga ketentraman dan kebersihan. Sedangkan
misinya adalah menjalin hubungan dan keakraban antar warga. Pemilihan ketua RT
dilakukan melalui surat edaran tertutup yang berisi 3 calon ketua RT. Masa
jabatan seorang ketua RT di kecamatan Jatimakmur adalah 4 tahun.
Program
program yang saat ini dijalankan oleh beliau adalah merenovasi lingkungan yang
kurang enak dipandang, membuat polisi tidur, dan menata lingkungan menjadi
lebih baik dan hijau. Dengan menjadi ketua RT, beliau dibantu oleh bawahannya
yang terdiri dari sekertaris, bendahara, dan 6 ketua kelompok yang membantu
menyukseskan program yang telah beliau rancang.
Tindakan
pak Budi dalam menangani warganya yang bermasalah adalah dengan membuat surat
teguran kepada warga yang bersangkutan dan memberikan sanksi yang adil.
Beliau
bercerita bahwa tugasnya menjadi ketua RT ada suka maupun duka. Sukanya adalah
beliau dapa bermasyarakat dan bersosialisasi sehingga banyak mengenal dan
dikenal oleh warga. Sedangkan duka yang beliau dapatkan adaah permasalahan
secara umum ia dapat mengerti dari sudut pandang dari warga yang berbeda.
Beliau
mengatakan bahwa dengan adanya ketua RT, kebersihan dan keindahan RT 01 dapat
tercipta sehingga menambah keharmonisan dan keakraban antar warga RT 01.
Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat pada wawacara
diatas adalah bahwa peran ketua RT sangat penting untuk kehidupan bermasyarakat
karena ketua RT bertugas mengatur rakyat yang ada di wilayahnya. RT memiliki
struktur tersendiri yang terdiri dari sekertaris, bendahara, dan ketua
kelompok. Dengan program-program yang telah dibuat, lingkungan RT 01 dikenal
bersih dan ramah lingkungan.
Demikian makalah yang saya buat ini,
semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Mohon maaf apabila
ada kesalahan dalam penulisan makalah ini. Dan saya juga mengharapkan adanya
kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian
penutup dari saya, terima kasih.
Tuesday, October 30, 2018
Demografi Penduduk Kelurahan Jatimakmur Kecamatan Pondok Gede Bekasi
TUGAS ILMU SOSIAL DASAR
DEMOGRAFI PENDUDUK KELURAHAN JATIMAKMUR KECAMATAN PONDOK GEDE KOTA BEKASI
Disusun oleh
Muhammad Panji Trihastoro
54418802

TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, Saya panjatkan puji kehadirat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Makalah ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Pemahaman tentang ilmu sosial dasar dan perkembangan penduduk disuatu wilayah.
Akhir kata Saya mengharapkan semoga tersusunnya makalah ini dapat bermanfaat bagi Pembaca pada umumnya dan buat Saya pada khususnya. Terima kasih
Depok, November 2018
Muhammad Panji Trihastoro
DAFTAR ISI
Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
Bab II : Isi
2.1 Ilmu Sosial Dasar sebagai Salah Satu Mata Kuliah Dasar Umum
2.1.1 Pengertian, Tujuan ISD dan IPS
2.1.2 Perbedaan antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
2.1.3 Ruang Lingkup ISD
2.2 Penduduk, Masyarakat dan Bebudayaan
2.2.1 Perkembangan Penduduk Dunia dan Pondok Gede
2.3 Faktor-faktor yang memengaruhi pertambahan penduduk
2.4 Rumus Tingkat Kematian
2.5 Angka Kelahiran
2.6 Migrasi
2.7 3 Jenis Struktur Penduduk
2.8 Macam-Macam Bentuk Piramida Penduduk
2.9 Rasio Ketergantungan
2.10 Kebudayaan dan Kepribadian
2.10.1 Pertubuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Kecamatan Pondok Gede
Bab III Penutup
3.1.Kesimpulan
3.2.Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menelaah tentang masalah-masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah manusia .
Pertambahan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran.
Pengertian penduduk adalah orang-orang yang berada didalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dansaling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus/ kontinu. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Pengertian Perkembangan penduduk adalah penambahan populasi manusia secara kuantitas (jumlah) yang mengakibatkan kepadatan penduduk terus meningkat dan terjadilah ledakan penduduk
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari makalah adalah:
· Apa pengertian dan tujuan dari Ilmu Sosial Dasar?
· Apa perbedaan dari ISD dan IPS?
· Apa saja ruang lingkup ISD?
· Bagaimana perkembangan penduduk dari wilayah Jatimakmur?
1.3. Tujuan
· Untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah “Ilmu Sosial Dasar”
· Untuk mengetahui hal hal mengenai ilmu sosial dasar
· Untuk mengetahui perkembangan penduduk dari Jatimakmur
1.4. Manfaat
· Menambah pengetahuan mengenai ilmu sosial dasar
· Dapat mengetahui perbedaan antara ISD dan IPS
· Dapat mengetahui perkembangan penduduk dari Pondok Gede
BAB II
ISI
2.1. Ilmu Sosial Dasar sebagai Salah Satu Mata Kuliah Dasar Umum
2.1.1. Pengertian, Tujuan ISD dan IPS
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia denganmenggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dariberbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti:sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan, yaitu:
a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalamusaha-usahamenanggulanginya.
c. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakatselalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya)secara kritis-interdisipliner.
d. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulanganmasalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Secara umum ilmu pengetahuan dibagi manjadi tiga, yaitu:
· Ilmu Pengetahuan Alam, adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun.
· Ilmu Pengetahuan Sosial, adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiahdalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia pada masa kini dan masa lalu.
· Ilmu Pengetahuan Budaya/Ilmu Humaniora, adalah ilmu yang mempelajari cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistemagama dan politik, adat istiadat,bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
2.1.2. Perbedaan antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Persamaannya adalah :
a. Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan programpendidikan/pengajaran.
b. Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Perbedaanya adalah :
a. Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b. Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran(untuk sekolah lanjutan).
c. Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian,sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukanpengetahuan dan keterampilan intelektual.
2.1.3. Ruang Lingkup ISD
3 golongan bahan pembelajaran ISD antara lain :
1) Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat. Meliputi, latar belakang disiplin ilmu atau pandangannya.
2) Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
3) Membahas masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
2.2. Penduduk, Masyarakat dan Bebudayaan
2.2.1. Perkembangan Penduduk Dunia dan Pondok Gede
· Berdasarkan Jumlah Penduduk
Perkembangan penduduk dunia
Perkembangan penduduk kecamatan Pondok Gede
Kecamatan
|
Jumlah Penduduk (Orang)
|
Laju Pertumbuhan Penduduk Per Tahun (%)
| |||
2010
|
2014
|
2015
|
2010 - 2015
|
2013 - 2014
| |
Pondok Gede
|
251.739
|
282.817
|
290.493
|
15.3
|
2.82
|
· Berdasarkan Jenis Kelamin
· Berdasarkan Umur
· Penggandaan Penduduk Dunia
2.3. Faktor-faktor yang memengaruhi pertambahan penduduk
· Kematian Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
· Kelahiran ( Natalitas ) Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).
· Migrasi Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja."
2.4. Rumus Tingkat Kematian Kasar
Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data Statistik Indonesia-Angka Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu. Ada pun rumusnya sebagai berikut :Rumus: CDR = D/P x K
Dimana :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Rumus tingkat kematian kasar di Pondokgede adalah
CDR = 305/244 x 100
= 125
Rumus Tingkat Kematian Khusus
Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah jumlah kematian pada umur tertentu dibagi dengan jumlah penduduk umur tertentu pada pertengahan tahun dan dikalikan dengan konstanta yang biasanya bernilai 1000.
Rumus: ASDRx = Dx/Px x 1000
Dimana :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
2.5. Angka Kelahiran
Angka kelahiran adalah bilangan yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir hidup dari setiap seribu penduduk dalam satu tahun. Angka kelahiran dikatakan tinggi apabila di atas 30, angka kelahiran dikatakan sedang apabila antara 20-30, dan angka kelahiran dikatakan rendah apabila kurang dari 20.
Sebagai contoh, angka kelahiran tahun 2013 suatu negara adalah 25 per seribu penduduk. Hal itu berarti, angka kelahiran pada tahun 2013 negara tersebut tergolong sedang. Rumus untuk menentukan angka kelahiran, yaitu:
Angka kelahiran = (Jumlah bayi yang lahir hidup dalam 1 tahun / Jumlah penduduk) x 1000
Jumlah angka kelahiran di kecamatan Pondokgede
= 305/298.075 = 1,023
2.6. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. perpindahan penduduk selain imigrasi terdapat juga transmigrasi dan urbanisasi. Perpindahan penduduk dari migrasi memiliki berbagai jenis-jenis yang pengertian dan fungsinya berbeda-beda.
Macam - Macam Migrasi
Pertama , Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
ü Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
ü Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
ü Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
Kedua , Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
ü Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
ü Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
ü Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
ü Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
Proses Migrasi
Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang / penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses migrasi pun punya cara yaitu:
Ø Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
Ø migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
Ø Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
Berikut ini adalah akibat yang muncul dari migrasi
Ø Akan terjadi pertikaian didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya orang yang bersuku tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak sepaham, adab tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang
Ø Akan cepatnya terjadi bencana alam, karena apabila imigran datang tentu saja mereka mencari tempat tinggal, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi bencana alam banjir dan juga wabah penyakit
Ø Kesehatan menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana
Ø Area perkuburan yang makin sempit dikarenakan lahan yang letaknya seharusnya menjadi area pemakaman justru dibuat mall, jalan raya besar, dan juga fasilitas prasarana lainnya
Ø Lahan pekerjaan yang sempit karena banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi dengan mencari uang tetapi sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang dan juga peluang bisnis yang area penjualannya sangat sempit
2.7. 3 Jenis Struktur Penduduk
Ø Struktur penduduk muda adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya muda struktur ini dimulai dengan umur 0-14 tahun
Ø Struktur penduduk dewasa adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya dewasa struktur ini dimulai dengan 15-64 tahun
Ø Struktur penduduk tua adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya tua tidak terdaftar lagi struktur ini dimulai dari 65 tahun keatas/senja
2.8. Macam-Macam Bentuk Piramida Penduduk
1. Piramida Penduduk Muda (ekspansif)
Piramida penduduk muda berbentuk kerucut dengan alas yang lebar dan puncak yang meruncing. Piramida penduduk muda menggambarkan pertumbuhan penduduk yang pesat. Selain itu, pada piramida penduduk muda, jumlah penduduk usia muda merupakan jumlah yang dominan.
2. Piramida Penduduk Dewasa (stationer)
Piramida ini menggambarkan negara atau daerah dengan pertumbuhan penduduk yang stabil. Dalam piramida penduduk dewasa, angka kelahiran (natalitas) dan angka kematian (mortalitas) cenderung seimbang. Oleh karena itu, jenis piramida penduduk dewasa sangat sering ditemukan di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Inggris.
3. Piramida Penduduk Tua (Konstruktif)
Piramida penduduk tua menggambarkan kondisi daerah atau negara yang angka pertumbuhan penduduknya cenderung mengalami penurunan. Gambar piramida penduduk tua berbentuk batu nisan dan terdapat antara lain di Jerman, Belgia, dan Swedia.
Berikut ini adalah piramida penduduk kecamatan Pondokgede
Berikut ini adalah piramida penduduk kecamatan Pondokgede
2.9. Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Defendency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah pendduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja).
Dengan rumus rasio ketergantungan:
Rasio ketergantungan penduduk kecamatan Pondokgede
= 79026 + 7797 / 187470 x 100 = 46,31
Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang.
Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
2.10. Kebudayaan dan Kepribadian
2.10.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Kecamatan Pondok Gede
Di kecamatan Pondok Gede, ada berbagai macam agama dan tempat ibadah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2016, tercatat bahwa terdapat agama Islam, Kristen, dan Katolik. Berikut adalah data jumlah dari tempat ibadahyang berada di Pondok Gede.
Pada setiap bulan, kelurahan Jatimakmur mengadakan gotong royong yang diadakan biasanya pada hari Minggu. Dengan adanya gotong royong, lingkungan Jatimakmur menjadi bebas banjir.
Setiap hari raya, penduduk Jatimakmur mengadakan silaturahmi ke setiap tetangganya dan mengadakan makan bersama. Beberapa dari penduduk kembali ke kampung halamannya (mudik).
BAB III
PENUTUP
3.3. Kesimpulan
Jadi kesimpulan yang dapat kita simpulkan dari makalah ini adalah ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, sedangkan ilmu pengetahuan sosial adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya
Lalu ruang lingkup ilmu sosial dasar dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, dan membahas masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Perkembangan penduduk di Pondok Gede adalah 251.739 (2010), 282.817 (2014), 290.493 (2015).
3.4. Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
Demikianlah makalah yang penulis buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas. semoga dapat diterima di hati dan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Prabowo, Hamudi Setiayawan, 2012, “Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar” http://prabowo-womanizer.blogspot.com/2012/10/pengertian-ilmu-sosial-dasar.html, 8 Oktober 2018
Marvian, Michael, 2015, “Perkembangan Penduduk” http://computerssmaintenance.blogspot.com/2015/06/perkembangan-penduduk.html, 8 Oktober 2018
Sutrisno, Arief, 2009, "ISD: Pengertian, Tujuan, ISD dan IPS” http://ariefsz.blogspot.com/2009/12/isd-pengertian-tujuan-isd-dan-ips.html, 8 Oktober 2018
Kraziletters, 2013, “3 Kelompok Ilmu Pengetahuan” https://handriandio07.wordpress.com/2013/10/01/3-kelompok-ilmu-pengetahuan/, 8 Oktober 2018
Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, 2017, “Kecamatan Pondok Gede dalam Angka”
Senda, 2011, “Faktor Faktor Demografi yang Memengaruhi Pertumbuhan Penduduk” http://senda-ronyrama.blogspot.com/2011/12/faktor-faktor-demografi-yang.html, 8 Oktober 2018
Jaya, Ihwanudin Surya, 2012, “ISD: Rumus Tingkat Kematian Kasar dan Khusus” http://ihwanudinsuryajaya.blogspot.com/2012/09/isd-rumus-tingkat-kematian-kasar-dan.html, 8 Oktober 2018
Ashar, Fajar, 2014, “Pengertian Angka Kelahiran dan Kematian” http://pengertianahli.id/2014/01/pengertian-angka-kelahiran-dan-kematian.html, 8 Oktober 2018
Artikelsiana, 2014, “Pengertian Migrasi dan Jenis Jenis Migrasi” http://www.artikelsiana.com/2014/10/pengertian-migrasi-jenis-jenis-macam-macam.html, 8 Oktober 2018
Jaya, Ihwanudin Surya, 2012, “Pengertian Migrasi, Macam - Macam Migrasi dan Proses Migrasi” http://ihwanudinsuryajaya.blogspot.com/2012/09/isd-pengertian-migrasi-macam-macam.html, 8 Oktober 2018
Al-Haq, Muhamamad Mujahid, 2011, “Macam-Macam Migrasi”, http://pengantarilmu-mujahid.blogspot.com/2011/12/macam-macam-migrasi.html, 8 Oktober 2018
Arfan, Muhammad Nur, 2011, “Jelaskan Akibat Migrasi” https://arfanart.wordpress.com/2011/10/12/jelaskan-akibat-migrasi/, 8 Oktober 2018
Suryana, Ade Adang, 2012, “Tugas ISD 1” https://adeadangsuryana.wordpress.com/tag/tiga-jenis-struktur-penduduk/, 8 Oktober 2018
Diniari, Embun Bening, 2018, “Macam Macam Bentuk Gambar Piramida Penduduk” https://blog.ruangguru.com/mengenal-piramida-penduduk, 8 Oktober 2018
Sensus Penduduk tahun 2010, 2010, “Rasio Ketergantungan” https://sirusa.bps.go.id/index.php?r=indikator/view&id=95, 8 Oktober 2018
katadata.co.id, 2018, “Berapa Jumlah Penduduk Dunia?” https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/04/23/berapa-jumlah-penduduk-dunia, 29 Oktober 2018
Tumoutou, 2018, “Jumlah Penduduk Dunia Tahun 2017 Posisi Indonesia?”, https://tumoutounews.com/2017/08/25/download-jumlah-penduduk-dunia-tahun-2017/, 29 Oktober 2018
Subscribe to:
Posts (Atom)


















